*KAMI BERTANYA, 'AKU PANCASILA' APA MAKNANYA 'AKU KORUPSI' ?*
Oleh : Nasrudin Joha
Kami muak, dengan slogan kosong tanpa isi. Berulangkali membual NKRI harga mati, Aku Pancasila dan yang terakhir mengujar aksara 'Kita Merah Putih'.
Kami perlu bertanya, apa maksud NKRI harga mati ? Apa diam seribu bahasa membiarkan OPM terus beroperasi ? Lantas buat apa latihan ala militer itu ? Buat apa latihan intelejen itu ? Buat apa sipil yang pake baju loreng itu ? Apa cuma buat gagah-gagahan ? Apa cuma buat bubarin pengajian ? Apa cuma untuk berbangga bakar bendera tauhid ?
Kami butuh jawaban, apa makna aku Pancasila ? Menjadi tersangka KPK ? Terlibat korupsi e KTP seperti Setya Novanto ? Kena kasus pembangkit listrik seperti Idrus Marham ? Atau ngembat duit dengan jualan jabatan di kemenag seperti Rommy ? Ini yang kalian sebut 'aku Pancasila' ?
Lantas, kita merah putih itu apa ? Keluarin duit 18 miliar untuk joget mabok-mabokan ? Tapi cuma setor 1 miliar untuk korban banjir bandang di Papua. Ini, yang kalian sebut 'Kita Merah Putih' ?
Kami Umat Islam bertanya, apa kami diwajibkan mengamalkan nilai-nilai aku Pancasila ini ? Kita merah putih ini ? Berkoar NKRI harga mati model ini ? Lantas, apa hebatnya aku Pancasila jika semua terjaring kasus korupsi dan menjadi pasien KPK ?
Kami ogah menjadi bagian aku Pancasila, jika faktanya cuma dalih untuk korupsi. Kami, ogah menjadi pemandu sorak dan berteriak NKRI harga mati, jika cuma persekusi pengajian, dan diam melihat separatisme OPM. Dan paling penting, kami ogah menjadi bagian dari 'KITA' yang berkoar mengujar omongan 'KITA MERAH PUTIH' jika faktanya hanya bancakan uang 18 miliar untuk joget-joget dan mabuk-mabukan, sementara untuk korban banjir Papua hanya sisihkan 1 miliar. Ini semua super jahat !
Kami umat Islam hanya inginkan syariat Islam, yang memiliki pemimpin laksana Umar bin Khatab. Beliau -Ridwanullahu Alaihi- mematikan lampu minyak, karena urusan yang didiskusikan adalah soal keluarga, bukan soal negara. Tidak seperti pemimpin sekarang, membual kita merah putih untuk menggarong duit 18 miliar dengan dalih apel kebangsaan. Kebangsaan macam apa ? Kebangsatan mungkin.
Kami umat Isman hanya menyatakan Islam sebagai harga mati, karena kelak saat di yaumil hisab, Allah SWT akan menimbang amal berdasarkan syariat Islam. Ogah kami, terikat dengan ikatan selain Islam.
Kami, hanya mau bersatu dibawah sistem Islam, sistem khilafah. Yang melayani seluruh rakyatnya dengan baik, yang beragama Islam maupun ahludz dizimah.
Muak kami dengan slogan Aku Pancasila, NKRI harga mati, kita merah putih, tapi isinya garong semua. Isinya orang orang seperti Novanto, Idrus Marham, Romi, dan para koruptor penghisap uang negara.
Ogah kami slogan NKRI harga mati, jika kerjaannya persekusi pengajian, persekusi ulama, dan membakar bendera tauhid. Kami akan ingatkan kepada seluruh umat Islam, bahwa kalian tidak lebih dari parasit bangsa yang menjadi kangker ganas yang menggerogoti negara ini. [].
Tags:
Opini
