Pasar Kosambi Bandung Kebakaran

Pasar Kosambi yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Baranang Siang Kota Bandung dilanda kebakaran hebat pada hari Sabtu 18 Mei 2019 sekira pukul 21.30 WIB.
Menurut warga kejadian ini diawali dengan terlihatnya kepulan asap di lokasi. "Jadi tadi ada saksi yang sedang membersihkan teras semi basement melihat kepulan asap. Sementara api diduga berasal dari hubungan arus pendek di kios yang menjual kelapa dan menimbulkan percikan api.
Kapolrestabes Bandung, Komisaris Besar Polisi Irman Sugema melalui Kapolsekta Sumur Bandung, Komisaris Polisi Achmad Choerudin membenarkan hal ini.
Achmad juga mengatakan karena api terlampau membesar maka titik awal mula api baru diketahui sekira pukul 00.30 WIB. ‎"Di bagian basement ini terdapat 178 meja lapak sayuran dan 35 kios lainnya. Api diduga kuat berasal dari kios penggilingan kelapa atau kios tempat memarut kelapa," ucapnya seraya menambahkan tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian diduga bisa mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah.‎
Sementara itu seluruh mobil pemadam kebakaran yang berjumlah sekitar 30 unit dari Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung, diturunkan untuk memadamkan api yang membakar bagian basement pasar tersebut.
"Kami juga menunggu yang datang dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Cimahi untuk membantu proses pemadaman api. Apalagi api masih terus ada padahal proses pemadaman api sudah dilakukan sejak ada laporan sekira pukul 21.30 WIB, Sabtu 18 Mei 2019," kata Kepala Bidang Sarana Prasarana Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung, Adriani Sinaga, di Lokasi Pasar Kosambi. Tepatnya di Jalan Baranang Siang, Kota Bandung pada Minggu 19 Mei 2019 sekira pukul 02.00 WIB dinihari.

Menurut Adriani, ada sedikit kendala dalam proses pemadaman api ini. Selain karena daerahnya sulit dijangkau karena berada di basement, peralatan dari para anggota dinas‎ pemadam kebakaran ini terbilang usang.

"Sempat tadi ada anggota kami yang kehilangan kesadaran karena peralatannya tak memadai. Peralatan yang dibutuhkan ini adalah self contained breathing apparatus yang hanya dipakai beberapa anggota saja. Padahal seluruh anggota membutuhkan peralatan ini untuk membantu pernapasannya dalam pemadaman api," katanya.
Selain itu mobil pemadam kebakaran yang sudah terlalu tua juga ikut menjadi hambatan dalam pemadaman api ini. "Banyak mobil damkar yang usianya sudah mencapai 20 tahunan, tentunya ini juga jadi penghambat pemadaman api. Jadi karena perlu perawatan khusus maka proses pemberangkatan tadi ke lokasi butuh waktu lama, ditambah tak tersedianya hidran air di lokasi," ucapnya.
Foto : HU Pikiran Rakyat

Adriani juga mewanti-wanti pada anggotanya agar tidak masuk ke dalam basement. "Hal ini beresiko karena bisa saja gedung Pasar Kosambi rusak fondasinya karena terbakar, ‎lalu ambruk. Apalagi beberapa waktu lalu ada anggota damkar yang meninggal karena tertimpa beton saat pendinginan," ucapnya.
Pada peristiwa kebakaran tersebut anggota damkar Kota Bandung menurunkan semua personelnya. Bahkan personel damkar yang masih berstatus tenaga harian lepas pun diturunkan. Termasuk juga dari PMI Kota Bandung yang berjaga-jaga demi keselamatan anggota.
Hingga pukul 02.30 WIB pada Minggu 19 Mei 2019‎ pemadam kebakaran masih terus mencoba menaklukan api. Tetapi karena lokasi yang sulit dijangkau dan sangat beresiko untuk petugas masuk, api masih ada di lokasi tersebut. ***
Previous Post Next Post